Senin, 11 Juni 2012

Laporan Praktikum Kimia Menguji Daya Hantar Listrik Pada Larutan2


LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
MENGUJI DAYA HANTAR LISTRIK PADA LARUTAN



NAMA ANGGOTA KELOMPOK:
Ø  Alvinura Fajrin                   (05)
Ø  Fitri Yanti Y                         (16)    
Ø  Putri W                                  (22)
Ø  Risko Holen A                      (25)
Ø  Septaninda Putri V              (27)
Kelas : X-7

RSBI SMA NEGERI MOJOAGUNG
Jl. Raya janti No. 18 Mojoagung Jombang (61482), Telp. (0321) 495408
E-mail : sman1mojoagung@yahoo.com Fax.(0321) 492107
Website : sman-mojoagung.sch.id
2012

 



I.     Judul Praktikum
Menguji Daya Hantar Listrik Larutan ”

II.  Tujuan Kegiatan
1.         Dapat  mengamati gejala-gejala hantaran listrik melalui larutan
2.         Dapat membedakan Larutan Elektrolit dan Larutan Non Elektrolit
3.         Dapat membedakan larutan yang termasuk elektrolit kuat dan elektrolit lemah

III.   Dasar Teori
1.    Gejala hantaran Arus Listrik pada Larutan
Gejala – gejala hantaran arus listrik pada larutan dapat anda amati melalui percobaan uji daya listrik pada berbagai larutan. yang apabila larutan tersebut dapat menghantarkan arus listrik akan menimbulkan gejala- gejala sebagai berikut, yaitu Bola lampu menyala dan terdapat gelembung gas pada larutan yang diuji coba.

2.    Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
2.1 Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.Larutan elektrolit terbentuk dari terlarutnya senyawa elektrolit dalam pelarut air.Pada pengujian daya hantar listrik, larutan elektrolit menunjukkan gejala-gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji dan timbulnya gelembung gas dalam larutan.
a.    Elektrolit kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang mempunyai daya hantar arus listrik, karena zat terlarut yang berada didalam pelarut (biasanya air), seluruhnya dapat terurai sempurna membentuk ion positif (kation) dan ion negative (anion) dengan harga derajat ionisasi adalah satu (α = 1). Pada pengujian daya hantar listrik, larutan elekrolit kuat menunjukkan gejala-gejala berupa menyalanya lampu pada alat uji dan timbulnya gelembung gas dalam larutan

b.    Elektrolit lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang mampu menghantarkan arus listrik dengan daya yang lemah, dan juga tidak terurai sempurna dalam air dengan harga derajat ionisasi lebih dari nol tetapi kurang dari satu (0 < α < 1). Pada pengujian daya hantar arus lstrik, larutan elektrolit lemah tidak memberikan gejala lampu menyala atau menyala tapi redup, dan menimbulkan gelembung gas.

c.     Larutan non-Elektrolit
Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak terurai dalam air sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini disebabkan karena larutan tidak dapat menghasilkan ion-ion (tidak meng-ion). Pada pengujian daya hantar arus lstrik, larutan non- elektrolit tidak menimbulkan gejala-gejala seperti yang disebutkan tadi.

IV.   Alat
a)    Power supply
b)    Kabel
c)    Gelas kimia                        “ Rangkaian alat penguji elektrolit ”
d)   Kit uji elektrolit

V.      Bahan
a) Larutan garam dapur ( NaCl ) secukupnya
b)  Larutan asam cuka ( CH3COOH ) secukupmya
c)  Larutan asam klorida ( HCl ) secukupnya
d)  Larutan natrium hidroksida ( NaOH ) secukupnya
e)  Larutan gula ( C12H22O11 ) secukupnya
f)  Air sumur / kran ( H2O ) secukupnya


VI.   Prosedur percobaan
1)   Bersihkan semua peralatan yang digunakan dan keringkan !
2)   Masukkan larutan garam dapur ( NaCl ) secukupnya ke dalam
3)   Ujilah daya hantar listriknya dengan menggunakan rangkaian alat penguji elektrolit dengan cara mencelupkan elektroda ke dalam larutan !
4)   Amati perubahan yang terjadi dan apakah lampu menyala ( catat dalam table pengamatan )
5)   Bersihkan dahulu elektroda dengan air dan keringkan !
6)   Dengan cara yang sama, ujilah daya hantar larutan lain yang tersedia !

VII.          Tabel pengamatan

No
Larutan
Nyala Lampu
(terang,redup,tidak menyala )
Gelembung Udara
(ada,tidak,banyak,sedikit)

1
Larutan garam dapur ( NaCl )
Terang
Ada,banyak
2
Larutan asam cuka (CH3COOH )
Tidak menyala
Ada,sedikit
3
Larutan asam klorida ( HCl )
Terang
Ada, banyak
4
Larutan natrium hidroksida
( NaOH )
Terang
Ada, banyak
5
Larutan gula ( C12H22O11 )
Tidak menyala
Tidak ada
6
Air sumur / kran ( H2O )
Tidak menyala
Ada,sedikit
7
Larutan Amonia / NH3
Tidak menyala
Ada, sedikit
8
H2SO4
menyala
Ada, banyak,
9
alkohol
Tidak menyala
Tidak ada

VI.  Pertanyaan / Bahan Diskusi
1)   Gejala apakah yang menandai hantaran listrik melalui larutan ?
2)   Kelompokkan bahan-bahan yang diuji ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit !
3)   Kelompokkan bahan-bahan yang diuji ke dalam elektrolit kuat (Lampu Menyala ) dan elektrolit lemah ( lampu tidak menyala, tetapi menghasilkan sedikit gelombang)!
4)   Di antara larutan elektrolit itu, larutan manakah yang zat terlarutnya tergolong:
a.    Senyawa ion
b.    Senyawa kovalen
5)   Apakah penyebab larutan elaktrolit dapat menghantarkan arus listrik ?
6)   Tuliskan reaksi ionisasi dari larutan:
a.    NaCl
b.    CH3COOH
c.    HCl
d.   NaOH
e.    H2SO4.

IX . Jawaban Pertanyaan
1)   Gejala yang menandai adalah lampu menyala dan/atau larutan bergelembung
2)    * Yang termasuk larutan elektrolit adalah NaCl, HCl, NaOH, H2SO4, NH3, CH3COOH, H2O
 * Yang termasuk larutan non elektrolit adalah alkohol dan C12H22O11

3)   *  Yang termasuk elektrolit kuat adalah NaCl, NaOH, HCl, H2SO4
*  Yang termasuk elektrolit lemah  adalah NH3, CH3COOH,H2O

4)   a.  Yang tergolong senyawa ion adalah  NaCl, NaOH
b.  Yang tergolong senyawa kovalen  adalah CH3COOH, HCl, C12H22O11, NH3, H2SO4, H2O

5)  Karena mempunyai kation dan anion yang dapat terionisasi baik sempurna maupun tidak sempurna.
6)  a. NaCl(aq)           Na+ (aq) + Cl-  (aq)
      b. CH3COOH(aq)            H +( aq ) + CH3COO-  ( aq )
      c. HCl(aq)         H+ ( aq ) + Cl- ( aq )
      d. NaOH (aq)         Na+ ( aq ) + OH- ( aq )
      e. H2SO4(aq)                 2H+ + SO42- ( aq )
      f. NH3( g ) + H2O( l )          NH4+( aq ) +  OH-(aq)

X.       Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang kami lakukan, maka kami menyimpulkan sebagai berikut.

1.         Larutan yang dapat digolongkan sebagai larutan elektrolit adalah larutan yang apabila kita aliri dengan arus listrik maka larutan tersebut dapat menyalakan bohlam dan/atau terjadi gelembung udara pada larutan.
2.         Larutan yang digolongkan sebagai larutan non elektrolit apabila larutan yang dialiri listrik tidak menyebabkan lampu menyala dan tdak memilki gelembung udara.
3.         Larutan elektrolit dibedakan lagi menjadi 2 berdasarkan terang atau redup nyala lampunya dan berdasarkan banyak atau sedikitnya gelembung udaranya. Larutan yang memiliki nyala lampu terang dan bergelembung uadara banyak dapat digolongkan sebagai larutan elektrolit kuat sedangkan yang memiliki nyala redup atau tidak menyala dan bergelembung udara sedikit saat dialiri listrik digolongkan sebagai larutan elektrolit lemah.


0 komentar:

Poskan Komentar